Pergeseran Ambang Batas Uji Diagnostik

Simulasi ini mendemonstrasikan bagaimana hasil uji laboratorium kuantitatif (skala 0–100) diubah menjadi keputusan kualitatif (positif atau negatif) melalui penetapan nilai ambang batas.

Terdapat dua kurva populasi: Hijau (tak sakit) dan Merah (sakit). Geser slider untuk mengubah posisi nilai cut-off ke kiri atau ke kanan, lalu perhatikan perubahan angka sensitivitas dan spesifisitas. Area arsiran di sebelah kanan garis biru mewakili hewan yang didiagnosis "Positif", sedangkan area di sebelah kiri didiagnosis "Negatif".

Skala hasil pengujian (kuantitatif) Populasi Tak Sakit (D-) Populasi Sakit (D+)
50.0
Asumsi pemodelan kurva:
Simulasi ini menggunakan distribusi normal dengan rentang nilai uji 0–100.
  • Populasi tak sakit (hijau): Nilai rata-rata (μ) = 35, deviasi standar (σ) = 10
  • Populasi sakit (merah): Nilai rata-rata (μ) = 65, deviasi standar (σ) = 10
Titik 50,0 persis berada di tengah keduanya (berjarak 1,5 kali standar deviasi dari masing-masing rata-rata). Sesuai kaidah probabilitas kurva normal, luas area yang mencakup 1,5 standar deviasi dari titik tengah ekuilibrium adalah 93,32%. Itulah mengapa sensitivitas dan spesifisitas berimbang di angka tersebut.

Kemampuan untuk mendeteksi hewan sakit

Sensitivitas i
--%
--

Kemampuan untuk mendeteksi hewan tak sakit

Spesifisitas i
--%
--

Rekomendasi Kebijakan

--